Berita

Berita

Operations Research Study Group: Belajar OR dan Coding Bersama di Ubaya

Operations Research Study Group: Belajar OR dan Coding Bersama di Ubaya

Kegiatan pembelajaran di kampus perlu dilakukan secara menyenangkan dan sesuai dengan bidang minat, namun tetap dengan kualitas pembelajaran dan pencapaian yang baik dan terukur. Untuk mendukung minat belajar bidang Operations Research dan coding, Laboratorium Systems Engineering (SE) Program Studi Teknik Industri (TI) Universitas Surabaya memulai kelompok belajar bersama dengan nama Operations Research (OR) Study Group untuk dosen, mahasiswa, laboran, dan alumni TI Ubaya.

Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Jumat 3 Maret 2023 di Ruang TA 200 Ubaya. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 13 orang, yang adalah dosen, mahasiswa S1 dan S2, dan laboran TI Ubaya. Pak Stefanus memperkenalkan tentang OR Study Group mencakup berbagai manfaat yang bisa diraih, di antaranya:

(1) berpartisipasi dalam kegiatan riset dosen dan mencari topik magang dan tugas akhir lebih awal,

(2) mengikuti kegiatan penelitian bersama dengan pihak eksternal (perusahaan dan universitas lain, baik dalam dan luar negeri),

(3) mempresentasikan paper dalam konferensi dan menuliskan paper jurnal,

(4) berpartisipasi dalam kegiatan lomba coding, dsb.

Dalam pertemuan pertama ini, Pak Ivan juga memperkenalkan beberapa topik riset OR potensial terkait logistik masa depan, termasuk drone light show, relokasi kendaraan elektrik, observasi kondisi pasca bencana menggunakan drone, dan beberapa topik bidang transportasi di Ibu Kota Negara baru yang menjadi perhatian pemerintah saat ini (penentuan rute bus secara dinamis dan real-time, penentuan rute kendaraan pengambil sampah berdasarkan info sensor pada tempat penampungan sampah, dsb).

 

OR Study Group diharapkan menjadi wadah diskusi para anggota secara bebas sesuai minat, tetapi dengan cara menyenangkan. Sharing berbagai informasi terkini terkait OR, diskusi untuk mengatasi permasalahan  yang dihadapi ketika melakukan coding dapat dilakukan antar anggota. Di samping mengakomodasi keinginan dan minat anggota (yang telah disurvei pada pertemuan pertama ini), telah direncanakan kegiatan paparan berbagai jenis topik OR pada pertemuan selanjutnya dan kegiatan pelatihan coding secara intensif untuk meningkatkan skill anggota.

 

Penulis: IKS

Webinar “Using Drone and Technology for Disaster Management in Itaewon: HOW?”

Webinar “Using Drone and Technology for Disaster Management in Itaewon: HOW?”

Adanya revolusi industri mendukung pekembangan teknologi yang dapat mempermudah kehidupan manusia dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Tidak hanya itu, perkembangan teknologi yang baik juga dapat membantu dalam proses kebencanaan. Untuk meningkatkan wawasan dan kesadaran pentingnya implementasi teknologi dalam proses kebencanaan, Teknik Industri Universitas Surabaya mengadakan webinar disaster management dengan judul “Using Drone and Technology for Disaster Management in Itaewon: HOW?”.

Acara webinar ini diadakan pada Jumat, 11 November 2022, pukul 16.00-18.00 yang dihadiri oleh 86 peserta terdiri dari siswa/i Sekolah Menengah Atas, dan mahasiswa umum dari seluruh Indonesia serta narasumber yang sudah profesional dalam bidang disaster yaitu  Prof. Ir. Joniarto Parung, M.M.B.A.T., Ph.D., IPU dan Ivan Kristianto Singgih, Ph.D. Prof. Joni menuturkan bahwa pemilihan topik webinar kali ini untuk mengajak anak-anak muda untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian yang tinggi terhadap kasus kebencanaan dan cara untuk menanggulanginya. Pemaparan lebih dalam disampaikan Prof. Joni mengenai dasar pemahaman disaster serta kaitannya dengan ilmu teknik industri yang saling terintegrasi antara sistem, mesin teknologi, dan manusia. Tidak hanya itu, Prof. Joni juga menuturkan bahwa teknologi dapat bermanfaat untuk mengurangi bencana dengan spektrum teknologinya yaitu artificial intelligence (AI), robotics, media sosial, networking, dan sebagainya.

Pemahaman lebih lanjut terkait teknologi khususnya drone pada tragedi Itaewon dipaparkan oleh Bapak Ivan. Beliau menuturkan, bahwa proses pemahaman dan penerapan teknologi dapat membutuhkan waktu yang lama, tetapi akan semakin cepat prosesnya ketika kita mulai mengembangkan prototype sederhana. Selama proses pengembangan dan pengujian prototype ini, kita dapat terus menyempurnakan skill penggunaan teknologi tersebut dan kebermanfaatan teknologi tersebut untuk menyelesaikan banyak masalah riil di sekitar kita. Setelah bisa menguasai teknologi tersebut, kita mempunyai tanggung jawab untuk terus menguji coba penggunaan model untuk menyelesaikan masalah baru yang terus bermunculan. Penerapan teknologi untuk menyelesaikan masalah riil dapat membantu kita mengidentifikasi masalah operasional seperti keterbatasan kapasitas baterai drone, ketidakpresisian rute penerbangan drone karena faktor gangguan angin, kesulitan penerbangan drone dalam kondisi hujan karena potensi gangguan elektronik, dsb yang perlu diperhitungkan saat menerbangkan drone.

Ada beberapa langkah praktis yang diberikan Pak Ivan untuk dapat menguasai teknologi (misalnya drone), yaitu mengikuti program pelatihan dari peneliti/pengguna drone, mengikuti kegiatan magang terkait penggunaan teknologi yang ingin dikuasai, dan membeli teknologi misalnya drone itu sendiri. Upaya penguasaan teknologi terbaru harus selalu kita lakukan sehingga Indonesia bisa menjadi produsen teknologi yang kuat, yang setidaknya bisa memproduksi teknologinya sendiri, tanpa selalu harus menjadi konsumen negara maju.

Di akhir pemaparan, Prof. Joni dan Pak  Ivan mengajak teman-teman semua untuk dapat bijak menggunakan teknologi dalam membantu manusia mengatasi keterbatasan yang ada. “Mari kita semua terus belajar dan menjadi semakin maju”, tutup Pak Ivan.

Kunjungan BUiLD Project, UBAYA Sinergikan Sumber Daya Kampus Untuk Tanggap Bencana

Kunjungan BUiLD Project, UBAYA Sinergikan Sumber Daya Kampus Untuk Tanggap Bencana

Tim BUiLD Project (Building Universities in Leading Disaster Resilience) memberikan kepercayaan kepada UBAYA dalam terciptanya Center of Disaster Management UBAYA. Tentu hal ini memberikan kesempatan dan komitmen kepada UBAYA untuk memberi kontribusi di kancah internasional dan menjadi salah satu dari 12 kampus skala internasional yang bergabung dalam BUiLD Project ini. BUiLD sendiri adalah project besutan Konsorsium Erasmus+ yang bertujuan untuk membangun kapasitas ketahanan bencana dalam sektor pendidikan tinggi (PT) Indonesia.

Kamis, 13 Oktober 2022, UBAYA menyambut tim BUiLD yakni Dr. Paul Schober (Hafelekar, Austria), serta Nadine Sulkowski, B.Sc., M.Sc., PGCHE, FHEA. (Koordinator BUiLD Project dari University of Gloucestershire Inggris) dalam rangka pengembangan Center of Disaster Management UBAYA sehingga dapat tangguh dalam menghadapi bencana. Acara yang dilaksanakan di Seminar Room Gedung Hubungan Internasional ini dihadiri oleh perwakilan pimpinan universitas, serta tim BUiLD UBAYA yang di mana dosen Magister Teknik Industri UBAYA juga ikut terlibat, yakni Prof. Ir. Joniarto Parung M.M.B.A.T., Ph.D., IPU, Dr. Dra. Amelia Santoso, M.T., dan Dr. Dina Natalia Prayogo, S.T., M.Sc.

“Terima kasih banyak, sambutan terhangat. Ini adalah salah satu embrio proyek kami,” ungkap Dr.rer.nat. Maria Goretti Marianti Purwanto, selaku Wakli Rektor I Ubaya. Nadine selaku Koordinator BUiLD Project juga mengungkapkan rasa terima kasih karena UBAYA mengundang stakeholder eksternal untuk pertemuan kali ini. Beliau pun menjelaskan bahwa rasa syukurnya setelah 3 tahun pandemi dan dapat bertemu secara langsung. “Kami mengapresiasi bahwa setiap partner yang terlibat dalam Center of Disaster Management UBAYA membawa keunikan masing-masing,” imbuh Nadine.

Prof. Joni selaku ketua BUiLD Project UBAYA mengungkapkan bahwa ini adalah upaya pemanfaatan sumber daya dalam kampus. “Kita tahu di kampus banyak sekali sumber daya yang jikalau terintegrasi bisa memberi banyak bantuan kepada masyarakat yang terkena bencana,” ungkap Prof. Joni. Menurutnya, sumber daya kampus juga bisa membantu pemerintah dalam supaya bisa tangguh menghadapi bencana. “Kita ingin melibatkan seluruh warga kampus, supaya peduli terhadap bencana dan peduli mempersiapkan diri menghadapi bencana,” tutup Prof. Joni.

Sumber asli: https://ubaya.ac.id/2018/content/news_detail/3926/Kunjungan-BUiLD-Project–Ubaya-Sinergikan-Sumber-Daya-Kampus-untuk-Tanggap-Bencana.html

Student Gathering 2022 Goes to UTC

Student Gathering 2022 Goes to UTC

Sabtu, 1 Oktober 2022, Mahasiswa dan Dosen Magister Teknik Industri menyelenggarakan acara Student Gathering di Kampus III Ubaya Training Center, Trawas. Acara ini bertujuan untuk menyambut mahasiswa baru angkatan 2022 sekaligus mengakrabkan seluruh angkatan Mahasiswa Magister Teknik Industri UBAYA. Tidak hanya itu, Student Gathering menjadi wadah bagi para Mahasiswa Magister Teknik Industri untuk melakukan dialog dengan dosen seputar dunia perkuliahan.

Sebanyak 21 Mahasiswa Magister hadir mengikuti rangkaian acara yang diawali dengan coffee break dilanjutkan dengan penjelasan Ubaya Penanggungan Center oleh Prof. Ir. Joniarto Parung, M.M.B.A.T., Ph.D., IPU. Kunjungan ke Museum Pawitra juga dilakukan untuk menjawab rasa penasaran Mahasiswa sekaligus mengenal lebih jauh ratusan situs yang ditemukan di puncak Gunung Penanggungan. Mahasiswa bisa melakukan scan barcode yang tertera di beberapa dinding untuk mendapatkan penjelasan serta gambar terkait informasi budaya yanga ada di Gunung Penanggungan. Untuk memeriahkan suasana, Mahasiswa melakukan ice breaking games yang melatih kekompakan dan kerja sama tim. Melalui ice breaking ini, keakraban antar Mahasiswa lintas angkatan dapat terjalin. Acara diakhiri dengan sesi dialog dosen dengan mahasiswa, dimana melalui sesi dialog ini diharapkan mahasiswa dapat menyampaikan aspirasi atau pertanyaan untuk menunjang perkuliahan di Magister Teknik Industri UBAYA.

Berikut keseruan foto Student Gathering Magister Teknik Industri 2022 dan video yang dibuat oleh Mahasiswa Magister Teknik Industri, Donna Kharisma. Selamat menonton!

Teknik Industri UBAYA menjadi Tuan Rumah ISLI Camp 2022

Teknik Industri UBAYA menjadi Tuan Rumah ISLI Camp 2022

Program Studi Teknik Industri UBAYA mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah acara ISLI Camp 2022. Bekerja sama dengan Institut Supply Chain dan Logistik Indonesia (ISLI), acara ini diselenggarakan di Ubaya Training Center (UTC), Trawas pada 19-21 September 2022. ISLI Camp merupakan agenda rutin tahunan dari ISLI, yaitu perkumpulan para akademisi, peneliti, maupun praktisi yang memiliki ketertarikan pada pengembangan keilmuan dan inovasi pada ilmu supply chain dan logistik. Tantangan yang terus berlanjut pada produksi pangan dari segi kualitas, teknologi, dan kesehatan perlu pengelolaan yang serius dan kompleks, sehingga Teknik Industri UBAYA dan ISLI menggandeng  PT Berkat Pangan Abadi, PT Trimitra Trans Persada (B-Log), dan Universitas Padjajaran untuk bersama membagikan wawasan penanganan food supply chain untuk produk pertanian yang menjadi tema ISLI Camp 2022, yaitu “Food Supply Chain: Rethinking and Creating Resilience for Agricultural Products”.

 

Acara ISLI Camp dihadiri oleh 111 peserta yang terdiri dari 46 dosen dan 55 mahasiswa dari 15 institusi yang ada di Indonesia dengan rangkaian acara seminar, field trip dan lomba studi kasus field trip. Hari pertama peserta diajak berkeliling di Museum Pawitra untuk mengenalkan UPC (Ubaya Penanggungan Center) dan situs peninggalan Gunung Penanggungan oleh Prof. Ir. Joniarto Parung, M.M.B.A.T., Ph.D., IPU dari Departemen Teknik Industri Universitas Surabaya.  Acara dilanjutkan dengan sesi seminar 1 yaitu penyampaian materi oleh Bapak Alan Karyono selaku perwakilan PT. Berkat Pangan Abadi terkait pengurangan food waste yang sedang dilakukan oleh PT. Berkat Pangan Abadi dengan memproduksi makanan olahan nusantara yang dikemas dengan teknologi tinggi sehingga memungkinkan untuk tidak busuk dalam waktu lama tanpa pengawet. Pemaparan dilanjutkan oleh Bapak Tomy Perdana dari Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Padjajaran terkait perubahan sistem rantai pasok selama pra-pandemi dan post pandemi. Penyampaian materi seminar pada sesi 2 semakin dalam oleh Profesor Joniarto Parung terkait perkembangan teknologi dalam sistem rantai pasok, dilanjutkan dengan materi yang dibawakan Bapak Gerry Ardian dan Bapak Zaratul Khairi selaku General Manager dari PT. B-Log yang menceritakan bagaimana tantangan dalam dunia logistik untuk perishable product.

Antusias peserta semakin meningkat dimana hari kedua peserta di ajak untuk field trip ke desa Duyung, Kesiman, dan Selotapak untuk langsung mengenali rantai pasok pada produksi pertanian dan memahami permasalahan yang ada. Tidak berhenti sampai disitu, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan berlomba untuk memberikan inovasi solusi untuk permasalahan rantai pasok yang dihadapi di desa-desa tersebut. Penilaian dilakukan oleh 3 juri yang profesional dalam bidang rantai pasok dan mengajak para peserta untuk menggali dan berpikir kritis untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. Apresiasi tentu patut diberikan untuk menghargai inovasi terbaik sekaligus menutup hari kedua ISLI Camp 2022.