Berita

Berita

Raih Potensi Karirmu bersama Magister Teknik Industri Ubaya!

Dalam kehidupan, pastinya kita sebagai manusia tentu dihadapkan dengan beberapa pilihan untuk mengambil sebuah keputusan. Salah satunya ketika teman-teman dihadapkan pada keputusan untuk mempertimbangkan, “Studi lanjut dimana ya? Program studi apa yang dapat menjawab tantangan zaman sekarang ya?” Memutuskan pilihan studi yang tepat tentu tidak semudah “memutuskan hari ini pakai baju apa”, karena akan memengaruhi proses teman-teman ke depan nanti.

Supaya teman-teman tidak bingung lagi, UBAYA telah menyelenggarakan Seminar & Edufair Pascarsarjana 2022 dengan topik “Grow with UBAYA Higher Education to Grow Your Business & Career”. Pada kesempatan kali ini, salah satu alumni S2 Teknik Industri UBAYA yaitu Bapak Soni Hary Santoso, S.T., M.T. berkesempatan membagikan pengalaman yang menarik untuk teman-teman semua. Sebagai lulusan S1 Teknik Kimia dan berkecimpung dalam dunia teknik industri, Pak Soni hanya mengandalkan pengalaman dan logic untuk bekerja. Bahkan, Pak Soni pernah mendapat tantangan untuk melakukan relayout pabrik dalam waktu 1 bulan tanpa ada dasar teori yang dipahami. Alasan inilah yang membuat Pak Soni ingin mendapat wawasan lebih terkait bidang industri setelah 16 tahun bekerja dan memutuskan untuk mengambil Magister Teknik Industri UBAYA.

Pak Soni berbagi cerita terkait benefit saat mengambil magister Teknik Industri di UBAYA, “Banyak benefit yang didapatkan, Magister UBAYA membuka dan menerima karyawan atau pekerja yang bisa kuliah di luar jam bekerja. Biaya kuliahnya terjangkau dengan beragam beasiswa, dimana saya sebagai lulusan S1 mendapat beasiswa lulusan UBAYA. Tentunya benefit dalam mengambil Magister: memperluas dan memperdalam pengetahuan, di mana secara otomatis mengetahui knowledge industri sehingga dapat diimplementasikan di dunia kerja, yaitu saya sendiri di PT Cahaya Bintang Olympic (Olympic Group). Tentu koneksi yang dijalin juga lebih luas dari berbagai kultur, bisa berkenalan dengan dosen yang senior, bertemu dengan orang-orang dari luar UBAYA juga. Saat sudah mendapatkan dan memasang gelar Magister Teknik di aplikasi linkedin, banyak instansi yang melirik dan menghubungi Pak Soni untuk bergabung dalam suatu industri”.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan dilanjutkan kunjungan booth program studi magister oleh mahasiswa UBAYA.

Kuliah Tamu “Supply Chain Engineering in Chemical and Pharmaceutical”

Prodi Magister Teknik Industri (MTI) Ubaya akan mengadakan kuliah tamu dengan topik “Supply Chain Engineering in Chemical and Pharmaceutical” pada hari Jumat, 6 Desember 2019, pk. 17.00-21.00. Kuliah tamu akan menghadirkan Prof. Dr. Joniarto Parung sebagai narasumber. Beliau adalah guru besar di bidang logistics & supply chain dengan pengalaman puluhan tahun di bidang tersebut. Prof. Dr. Joniarto Parung, selain menjadi staf pengajar di prodi MTI Ubaya, juga adalah salah satu anggota Dewan Pembina Institut Supply Chain dan Logistik Indonesia (ISLI) dan merupakan satu-satunya guru besar dari perguruan tinggi swasta di Indonesia di bidang supply chain.

Mengapa memilih topik ini, Assoc. Prof. Dr. Amelia Santoso, Kaprodi MTI Ubaya menerangkan, bahwa industri yang bergerak di bidang distribusi bahan kimia dan farmasi sangat menggantungkan efisiensi operasionalnya pada prinsip-prinsip rantai pasok yang baik. “Salah satu faktor, misalnya, bahan kimia dan farmasi perlu didistribusikan dengan cepat karena daya tahannya yang rendah di suhu luar ruangan, sehingga logistiknya harus dilakukan dengan sangat efisien,” jelas Bu Amelia. Para praktisi atau fresh graduate di bidang ini dipastikan akan mendapat banyak manfaat dari materi kuliah tamu yang akan disampaikan, karena itu MTI Ubaya mengundang pemerhati industri chemical dan pharmaceutical untuk menghadiri acara ini.

Daftarkan diri Anda segera melalui QR Code di bawah! Kami tunggu kehadiran Anda pada hari Jumat, 6 Desember 2019.

Diundang sebagai visiting professor di universitas asing

Salah satu dosen Magister Teknik Industri Universitas Surabaya, Assoc. Prof. Dr. Eric Wibisono, diundang menjadi dosen tamu (visiting professor) di Kasetsart University, Bangkok, Thailand, dari tanggal 3 hingga 11 Agustus 2019. Dr. Eric dipercaya mengajar pada International Graduate Program (IGP) di School of Industrial Engineering, Kasetsart University. Mata kuliah yang diampu adalah Production Planning & Inventory Control yang juga diampu Dr. Eric di Teknik Industri Ubaya. Mahasiswa yang tergabung di IGP berasal dari Thailand, Kamboja, dan India. Sebagai program internasional, perkuliahan dan diskusi sepenuhnya berlangsung dalam Bahasa Inggris. Berikut adalah wawancara singkat dengan beliau.

 

T: Bagaimana awal mula hingga Bapak bisa diundang menjadi dosen tamu di Kasetsart University?

J: Awalnya dari networking, kebetulan saya punya teman di sana yang mengusulkan saya untuk diundang mengajar.

 

T: Ada berapa banyak mahasiswa dan dosen yang terlibat?

J: Di mata kuliah itu (PPIC) ada 12 mahasiswa dan dua dosen. Selain saya, juga ada dosen dari negara lain yang mengajar dalam satu tim.

 

T: Bagaimana kesan-kesan Bapak selama beraktivitas di sana?

J: Satu hal yang menarik adalah masih tingginya minat di kalangan generasi muda di Thailand untuk mempelajari ilmu keteknikan. Program studi teknik mesin, misalnya, yang di Indonesia kurang diminati, di sana masih menjadi salah satu program unggulan, karena dicari oleh pasar kerja. Kalau generasi muda kita tidak berubah mindset-nya, besok kita akan kekurangan engineer dan hanya bisa impor dari negara lain dengan biaya lebih mahal.

 

T: Apa harapan Bapak ke depan?

J: Sangat menyenangkan bisa dipercaya untuk mengajar di sana, sekaligus ini membuktikan bahwa MTI Ubaya siap untuk go international. Saya berharap kelak bukan hanya staf pengajar yang saling berkunjung, tapi juga terbuka peluang untuk pertukaran mahasiswa, baik dari Thailand ke Indonesia atau sebaliknya.

 

Together We’ll Grow Stronger!

Pada hari Kamis, 11 April 2019, para dosen, mahasiswa aktif, dan alumni Program Studi Magister Teknik Industri Universitas Surabaya mengadakan gathering dan dinner bersama untuk lebih saling mengenal dan mempererat keakraban. Acara ini adalah agenda rutin yang diadakan setiap semester dan merupakan upaya Prodi MTI Ubaya untuk menjembatani jejaring antara mahasiswa aktif dan alumni. Acara serupa pernah dilakukan sebelumnya namun saat itu Prodi MTI Ubaya belum menghasilkan lulusan.

 

Ditanya mengenai kesan-kesannya, para alumni menyambut baik acara bernuansa reuni ini dan berharap dapat berlangsung rutin di masa mendatang. Di sisi lain, para mahasiswa aktif mengapresiasi karena mendapatkan kesempatan mengenal alumni dan mempelajari dari mereka kiat-kiat studi di program magister.

Peluncuran dan Diskusi Buku “Logika Logistik” dan “Kansei Engineering, Kano & TRIZ for Logistics Service Excellence”

Peluncuran dan Diskusi Buku “Logika Logistik” dan “Kansei Engineering, Kano & TRIZ for Logistics Service Excellence”

Dua dosen Program Studi Magister Teknik Industri Universitas Surabaya meluncurkan dua buah buku teks. Keduanya adalah Eric Wibisono, PhD, penulis buku “Logika Logistik: Teknik dan Metode Pemrograman dalam Problem-Problem Pengaturan Rute” dan Markus Hartono, PhD, CHFP, IPM, penulis buku “Kansei Engineering, Kano & TRIZ for Logistics Service Excellence”. Eric Wibisono saat ini adalah Kaprodi Magister Teknik Industri Ubaya, sedangkan Markus Hartono adalah Kaprodi (Sarjana) Teknik Industri Ubaya.

 

Acara Peluncuran dan Diskusi Buku ini diadakan pada hari Jumat, 7 Desember 2018, bertempat di Perpustakaan Universitas Surabaya Lantai 5 dan dihadiri oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri dari para akademisi dan praktisi industri. Acara dipandu oleh salah satu icon broadcasting di kota Surabaya yang sudah tidak asing lagi, yaitu Iman Dwihartanto dari Radio Suara Surabaya FM. Setelah pembukaan, masing-masing penulis diberi kesempatan 20 menit untuk memaparkan sekilas isi bukunya, kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab.

 

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung lebih panjang dari yang dijadwalkan karena antusiasme peserta. Beberapa dari mereka mencoba menggali penerapan di lapangan dari teori-teori yang ada di kedua buku dan dijawab dengan lugas dan jelas oleh kedua penulis berdasarkan pengalaman lapangan yang mereka kuasai. Sebagian peserta lain, khususnya mahasiswa Prodi MTI Ubaya, memberikan testimoni bahwa kedua buku tersebut sangat membantu mereka dalam penulisan tesis. Secara umum, audiens mengharapkan karya-karya lanjutan dari kedua penulis untuk menambah wawasan literatur di Indonesia.

 

Acara ditutup dengan makan malam bersama dan kedua penulis melayani permintaan tanda tangan buku hingga acara selesai. Kedua buku tersebut diterbitkan oleh Graha Ilmu dan saat ini dapat diperoleh di jaringan Toko Buku Togamas.