Magister Teknik Industri UBAYA Berhasil Meraih Akreditasi UNGGUL dari LAM Teknik

Magister Teknik Industri UBAYA Berhasil Meraih Akreditasi UNGGUL dari
LAM Teknik

Program Studi Magister (S2) Teknik Industri UBAYA yang beroperasi sejak tahun 2017 berhasil meraih predikat UNGGUL dari Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Keteknikan (LAM Teknik) dengan Nomor Keputusan: 0030/SK/LAM Teknik/AM/IV/2024.

Akreditasi merupakan penilaian kinerja sebuah program studi atau perguruan tinggi yang dilakukan oleh BAN-PT atau Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). LAM Teknik, lembaga yang bertanggung jawab atas akreditasi dari semua program studi dalam cakupan bidang keteknikan di Indonesia. LAM Teknik melakukan evaluasi secara menyeluruh berdasarkan 9 kriteria penilaian. Tidak hanya berfokus pada kompetensi dosen, ketersediaan fasilitas, pengelolaan penyelenggaraan pendidikan dan sistem penjaminan mutu, namun penilaian juga mencakup luaran dan capaian Tridharma PT dari dosen dan mahasiswa.

Ruang kelas multimedia yang modern, bahan pustaka yang mudah diakses secara online dan offline, hingga penggunaan platform e-learning (UBAYA Learning Space) mendukung proses pembelajaran dan dukungan seluruh pemangku kepentingan dalam kegiatan penelitian di Prodi Magister Teknik Industri Ubaya. Kurikulum Magister Teknik Industri UBAYA disusun berbasis Outcome-Based Education (OBE) dengan total 36 SKS dengan masa tempuh kurikulum 4 semester. Kurikulum Prodi Magister Teknik Industri Ubaya dapat diselesaikan dalam 4 semester atau lebih cepat.

Keaktifan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), publikasi karya ilmiah di jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional bereputasi serta seminar internasional, jumlah hibah penelitian dan PkM dari dalam dan luar negeri memberikan kontribusi dalam peningkatan status akreditasi Prodi Magister Teknik Industri UBAYA menjadi Unggul. Prodi Magister Teknik Industri UBAYA terus berkomitmen untuk semakin berkontribusi bagi seluruh pemangku kepentingan, khususnya dalam bidang logistics and supply chain engineering.

Strengthening Bonds: Student Gathering Magister Teknik Industri 2023 di UBAYA Training Center, Trawas

Strengthening Bonds: Student Gathering Magister Teknik Industri 2023
di UBAYA Training Center, Trawas

Pada Sabtu, 4 November 2023, mahasiswa dan dosen Magister Teknik Industri mengikuti kegiatan Student Gathering di UBAYA Training Center (UTC), yang merupakan Kampus III UBAYA di Trawas, Jawa Timur. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mempererat ikatan antar mahasiswa, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkenalkan UTC kepada 4 mahasiswa baru Magister Teknik Industri.

Kegiatan Student Gathering dibuka dengan penjelasan terkait UBAYA Penanggungan Center oleh Prof. Ir. Joniarto Parung, M.M.B.A.T., Ph.D., IPU dan dilanjutkan dengan coffee break. Kemudian para mahasiswa dan dosen Magister Teknik Industri berkunjung ke Museum Pawitra yang menampilkan ratusan situs bersejarah yang ditemukan di puncak Gunung Penanggungan. Setiap situs dilengkapi dengan barcode yang dapat dipindai pengujung untuk mengakses penjelasan serta gambar terkait informasi budaya yang ada di Gunung Penanggungan.

Didampingi oleh Pak Damar, mahasiswa dan dosen Magister Teknik Industri diajak menjelajahi UTC untuk melihat berbagai fasilitas yang ada, mulai dari kebun kopi, kebun salak, hingga kebun bambu yang memukau. Tidak hanya itu, para mahasiswa juga berkunjung ke Pusat Pembibitan Anggrek UBAYA (PPAU) serta menjelajahi area peternakan hewan.

Perjalanan berakhir dengan kehangatan saat para mahasiswa berkumpul di Pendopo Majapahit. Mahasiswa menikmati obrolan meriah yang semakin meningkatkan keakraban, sembari menikmati pemandangan memesona Gunung Penanggungan.

Berikut adalah beberapa dokumentasi dari keseruan Student Gathering Magister Teknik Industri 2023. Selamat menonton!

https://youtu.be/MHGobO09GiM

Fakultas Teknik Universitas Surabaya Sukses Menggelar Konferensi Internasional InCITE yang Ke-4

Fakultas Teknik Universitas Surabaya Sukses Menggelar Konferensi Internasional InCITE yang Ke-4

Pada 14-15 September 2023, International Conference on Informatics, Technology, & Engineering (InCITE) yang ke-4 sukses diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Surabaya di Eastparc Hotel, Yogyakarta. Setelah sebelumnya digelar secara daring akibat pandemi Covid-19, kali ini kegiatan dilaksanakan secara hybrid. Tema “Adaptive, Resilient & Collaborative Engineering: Towards Faster Recovery & Impactful Solutions” diangkat untuk membahas solusi dalam menghadapi double disruption, sekaligus upaya untuk membangun kondisi dunia yang lebih baik. Tema tersebut terbagi menjadi 4 topik besar, yaitu Engineering Design and Innovation, Manufacturing and Engineering Processes, Power Systems and Energy Management, dan The Role of IT for Innovation Enhancement.

InCITE 2023 dihadiri oleh lebih dari 60 peserta yang memiliki latar belakang dalam bidang Teknik yang berbeda-beda dari seluruh dunia. Tidak hanya itu, konferensi ini juga menghadirkan pembicara terkemuka dari berbagai negara. Para pembicara utama yang hadir antara lain:

  • Ir. Markus Hartono, Ph.D., CHFP, IPM, ASEAN Eng. (Universitas Surabaya, Indonesia)
  • Restu Kartiko Widi, Ph.D. (Universitas Surabaya, Indonesia)
  • Ir. Selo, Ph.D., IPU (Universitas Gadjah Mada, Indonesia)
  • Dr. Rosemary Seva (De La Salle University, Filipina)
  • Prof. Dr. Paitoon Porntrakoon (Assumption University, Thailand)

 

Tidak hanya pembicara utama, para akademisi, praktisi, dan mahasiswa yang hadir ikut memasukkan dan memaparkan penelitian mereka. Paper penelitian yang memenuhi kriteria review akan dipublikasi pada platform Web of Science. Terdapat 2 paper milik mahasiswa Magister Teknik Industri UBAYA yang berhasil terpublikasi pada konferensi ini, yaitu “Warehouse Safety in Order Picking” (oleh Donna Kharisma) dan “The Adoption of the Response Surface Methodology within the DMAIC Process to Achieve Optimal Solutions in Reducing Product Defect” (oleh Nadia Angelina Putri Pangestu).

Secara keseluruhan, konferensi ini tidak hanya menjadi tempat untuk menyampaikan pengetahuan secara satu arah, melainkan menjadi wadah untuk menyampaikan pendapat, saling bertukar pikiran, dan networking. Harapannya kegiatan InCITE 2023 dapat memberi solusi potensial atas isu-isu global yang saat ini sedang dihadapi bersama.

Final Conference BUiLD Project: Evaluasi Gagasan untuk Mendukung Masyarakat Tanggap Bencana

Final Conference BUiLD Project: Evaluasi Gagasan untuk Mendukung Masyarakat Tanggap Bencana

Kesadaran akan pengetahuan dan praktik tanggap bencana kepada masyarakat perlu dilaksanakan agar masyarakat dapat merespon bencana dengan cepat dan tepat. Respon yang tepat dapat membantu mengurangi dampak bencana, salah satunya adalah mengurangi penderitaan korban bencana. Kewajiban Tri Dharma dalam Perguruan Tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat, dapat berkontribusi dalam menciptakan masyarakat tanggap bencana.

Universitas Surabaya sebagai salah satu dari 11 universitas nasional di Indonesia yang bekerja sama dengan 4 universitas asing membentuk konsorsium Building Universities in Leading Disaster Resilience (BUiLD) yang didukung dan dibiayai oleh Erasmus+ dan Uni Eropa. Universitas yang terlibat adalah Universitas Islam Indonesia (Yogyakarta), Universitas Ahmad Dahlan (Yogyakarta), President University (Jakarta), Universitas Surabaya (Surabaya), Universitas Khairun (Ternate), Universitas Lambung Mangkurat (Banjarmasin),  Universitas Muhammadiyah Palu (Palu), Universitas Andalas (Padang), University of Gloucestershire (UK), Hafelekar (Austria), University College Copenhagen (Denmark), Institute Polytechnic Porto (Portugal). Implementasi projek dari BUiLD yang sedang berlangsung hingga saat ini adalah tata kelola universitas untuk ketahanan bencana, kemampuan respons dan pemulihan bencana, pelatihan kesadaran akan bencana, pengembangan kurikulum pendidikan terkait disaster, pembangunan pusat keunggulan dalam ketahanan bencana, melakukan transfer pengetahuan, riset, dan inovasi melalui jaringan ketahanan bencana BUiLD, serta penggalangan dana.

Pada Rabu, 10 Mei 2023 bertempat di President University Jakarta, Project Lead Erasmus+BUiLD Resilience Nadine Sulkowski pada konferensi BUiLD 2023 mengembangkan gagasan antara lain pembentukan Center of Excellence on Disaster Resilience (Pusat Keunggulan Penanggulangan Bencana), pengembangan kurikulum pendidikan terkait disaster untuk semua jenjang pendidikan, mengedukasi masyarakat termasuk instansi perguruan tinggi terkait tanggap darurat bencana, dan melakukan transfer pengetahuan, riset, dan inovasi melalui jaringan ketahanan bencana BUiLD. Dalam proses pengembangan kurikulum, dikembangkan modul dan pembuatan virtual reality yang nantinya akan dikenalkan dan dilatihkan ke masyarakat.

Hasil akhir dari Project Lead tersebut dievaluasi dimana semua perguruan tinggi yang tergabung dalam konsorsium BUiLD sudah  membentuk Center of Disaster Management. UBAYA sendiri menyatakan sudah siap dari segi peralatan, tempat, dan anggota yang tergabung sudah siap. Namun anggota yang tergabung masih belum disahkan sehingga masih berstatus volunteer. “Namun volunteer tersebut didukung oleh Universitas Surabaya melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM UBAYA)”, ujar Prof. Ir. Joniarto Parung M.M.B.A.T., Ph.D., IPU selaku ketua BUiLD  Project UBAYA.  Penelitian terkait disaster masih berlanjut meskipun project lead sudah berakhir, di mana terdapat pertemuan rapat melalui zoom antar negara yang diadakan 2 minggu sekali. Untuk kedepannya, akan dilakukan pengembangan dari proyek selanjunya yaitu Perkumpulan Masyarakat Tangguh Tanggap Bencana (Matta Bencana).

Menghadapi Tantangan Industri melalui Pelatihan Software Cube IQ oleh Teknik Industri UBAYA

Menghadapi Tantangan Industri melalui Pelatihan Software Cube IQ oleh
Teknik Industri UBAYA

Industri masa kini dihadapkan pada banyak tantangan kompleks, salah satunya adalah meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional berdasarkan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Perkembangan teknologi menjadi pendorong utama transformasi industri di berbagai sektor agar dapat terus bertumbuh dan berkembang.  Oleh karena itu, Program Studi Teknik Industri Universitas Surabaya senantiasa memperkenalkan dan mengajak mahasiswanya mendalami teknologi software agar dapat menjawab tantangan industri.

Pada Rabu, 17 Mei 2023 telah terselenggara pelatihan software Cube IQ bertempat di ruang kelas S2 Teknik Industri UBAYA yang dihadiri oleh mahasiswa S1 dan S2 Program Studi Teknik Industri UBAYA. Software Cube IQ merupakan software untuk perencanaan muatan tingkat lanjut yang mampu mencapai proses loading atau packing terbaik untuk kontainer armada laut, truk, gerbong kereta, palet, peti, dan box. Software Cube IQ diperkenalkan kepada mahasiswa Teknik Industri khususnya bagi mahasiswa S1 yang mengambil mata kuliah Warehouse Management System dan mahasiswa S2 yang mengambil mata kuliah Warehouse and Disposal Management System agar para mahasiswa dapat mengoptimalkan hasil muatan dalam aktivitas loading barang dalam waktu singkat.

Anastasya Aprillie Lestari, Mahasiswa Teknik Industri 2019 berkesempatan untuk menjadi narasumber sekaligus trainer pada pelatihan software kali ini. Anas menjelaskan bahwa terkait aplikasi dan implementasi dari penggunaan software Cube IQ pada perencanaan standar penataan karton pada multi palet yang menjadi topik skripsinya. Pada aktivitas loading barang, Anas menjelaskan bahwa software Cube IQ dapat mencakup aktivitas container loading, palletization, dan cartonization. Para peserta di pandu langsung oleh Anas untuk mempraktikkan penggunaan software dari awal memasukkan produk, jenis kontainer, proses optimasi, hingga menampilkan hasil report.

            Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab dan kata penutup oleh Ibu Dr. Ir. Amelia Santoso, IPU.  Diharapkan dari pelatihan software ini, mahasiswa memperoleh ketrampilan teknis yang unggul dan kontribusi untuk kemajuan industri dalam mengoptimalkan proses loading/packing barang.

Kunjungan ke Terminal Petikemas Surabaya bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Kunjungan ke Terminal Petikemas Surabaya
bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Kegiatan kerja sama TI Ubaya dan BRIN diawali dengan perkenalan dari Asosiasi Peneliti Indonesia di Korea (APIK) online untuk diskusi penjajakan kerja sama tahun 2022, hingga akhirnya berbuahkan diskusi inisiasi kerja sama untuk menyelesaikan masalah riil yang dihadapi pelaku logistik di Indonesia.

Salah satu tindak lanjut dari inisiasi kerja sama ini adalah kunjungan TI Ubaya dan BRIN ke Terminal Peti Kemas Surabaya pada tanggal 15 Maret 2023. Kegiatan tersebut dimulai dengan diskusi dengan pihak perwakilan jajaran pimpinan PT Pelindo Terminal Petikemas, serta pihak perwakilan jajaran pimpinan dan dan pengelola operasional Terminal Petikemas Surabaya. Dalam diskusi ini dibahas berbagai upaya Terminal Petikemas Surabaya untuk mendukung program logistik pemerintah Indonesia beserta dengan capaian kinerja yang telah ditetapkan.

Pihak TI Ubaya dan BRIN menyampaikan pula beberapa topik penelitian terkait peningkatan kinerja Terminal Petikemas Surabaya. Penelitian tersebut akan dimulai pelaksanaannya setelah mempertimbangkan masukan yang telah disampaikan pihak Pelindo dan Terminal Petikemas Surabaya. Sebagai tindak lanjutnya, TI Ubaya dan BRIN sedang mempersiapkan daftar kebutuhan data yang akan dianalisa dan rencana pelaksanaan riset secara lebih detail, yang akan melibatkan peneliti dari kedua belah pihak, termasuk dosen dan mahasiswa TI Ubaya.

Penulis: IKS

Kolaborasi dan Kunjungan ke Terminal Teluk Lamong oleh Teknik Industri Ubaya dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Kolaborasi dan Kunjungan ke Terminal Teluk Lamong oleh Teknik Industri Ubaya dan
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Teknik Industri Universitas Surabaya (TI Ubaya) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyadari pentingnya penyelesaian masalah riil yang dihadapi pelaku logistik. Untuk bekerja sama dengan pelaku bisnis dalam mengatasi isu logistik, TI Ubaya dan BRIN melakukan kunjungan ke Terminal Teluk Lamong pada 14 Maret 2023. Terminal Teluk Lamong adalah terminal pertama di Indonesia yang mengoperasikan Automated Stacking Crane (ASC).

Pada kegiatan ini dibahas berbagai usulan topik penelitian bersama yang bertujuan untuk mendukung peningkatan kinerja Terminal Teluk Lamong. TI Ubaya dan BRIN mengunjungi beberapa area termasuk area operasional quay crane dan pusat pengendalian ASC. Di area ini, dilakukan pemahaman terkait kegiatan operasional dan pembahasan mengenai potensi peningkatan kinerja yang bisa dilakukan. Sebagai tindak lanjut dari kunjungan ini, TI Ubaya dan BRIN merumuskan deskripsi topik penelitian yang dapat dikerjakan bersama, yang kemudian akan dikoordinasikan dengan pihak Pelindo terkait pelaksanaannya.

TI Ubaya mengharapkan kegiatan kerja sama penelitian ini dapat melibatkan segenap insan Ubaya, termasuk dosen dan mahasiswa, sehingga kegiatan penelitian yang dilakukan di TI Ubaya dapat selalu mendukung penyelesaian isu logistik pada sistem riil. Kerja sama yang kuat antara universitas, lembaga riset, dan pemerintah seperti inilah yang akan terus berkontribusi demi memajukan kualitas logistik nasional.

Penulis: IKS

 

Operations Research Study Group: Belajar OR dan Coding Bersama di Ubaya

Operations Research Study Group: Belajar OR dan Coding Bersama di Ubaya

Kegiatan pembelajaran di kampus perlu dilakukan secara menyenangkan dan sesuai dengan bidang minat, namun tetap dengan kualitas pembelajaran dan pencapaian yang baik dan terukur. Untuk mendukung minat belajar bidang Operations Research dan coding, Laboratorium Systems Engineering (SE) Program Studi Teknik Industri (TI) Universitas Surabaya memulai kelompok belajar bersama dengan nama Operations Research (OR) Study Group untuk dosen, mahasiswa, laboran, dan alumni TI Ubaya.

Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Jumat 3 Maret 2023 di Ruang TA 200 Ubaya. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 13 orang, yang adalah dosen, mahasiswa S1 dan S2, dan laboran TI Ubaya. Pak Stefanus memperkenalkan tentang OR Study Group mencakup berbagai manfaat yang bisa diraih, di antaranya:

(1) berpartisipasi dalam kegiatan riset dosen dan mencari topik magang dan tugas akhir lebih awal,

(2) mengikuti kegiatan penelitian bersama dengan pihak eksternal (perusahaan dan universitas lain, baik dalam dan luar negeri),

(3) mempresentasikan paper dalam konferensi dan menuliskan paper jurnal,

(4) berpartisipasi dalam kegiatan lomba coding, dsb.

Dalam pertemuan pertama ini, Pak Ivan juga memperkenalkan beberapa topik riset OR potensial terkait logistik masa depan, termasuk drone light show, relokasi kendaraan elektrik, observasi kondisi pasca bencana menggunakan drone, dan beberapa topik bidang transportasi di Ibu Kota Negara baru yang menjadi perhatian pemerintah saat ini (penentuan rute bus secara dinamis dan real-time, penentuan rute kendaraan pengambil sampah berdasarkan info sensor pada tempat penampungan sampah, dsb).

 

OR Study Group diharapkan menjadi wadah diskusi para anggota secara bebas sesuai minat, tetapi dengan cara menyenangkan. Sharing berbagai informasi terkini terkait OR, diskusi untuk mengatasi permasalahan  yang dihadapi ketika melakukan coding dapat dilakukan antar anggota. Di samping mengakomodasi keinginan dan minat anggota (yang telah disurvei pada pertemuan pertama ini), telah direncanakan kegiatan paparan berbagai jenis topik OR pada pertemuan selanjutnya dan kegiatan pelatihan coding secara intensif untuk meningkatkan skill anggota.

 

Penulis: IKS

Webinar “Using Drone and Technology for Disaster Management in Itaewon: HOW?”

Webinar “Using Drone and Technology for Disaster Management in Itaewon: HOW?”

Adanya revolusi industri mendukung pekembangan teknologi yang dapat mempermudah kehidupan manusia dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Tidak hanya itu, perkembangan teknologi yang baik juga dapat membantu dalam proses kebencanaan. Untuk meningkatkan wawasan dan kesadaran pentingnya implementasi teknologi dalam proses kebencanaan, Teknik Industri Universitas Surabaya mengadakan webinar disaster management dengan judul “Using Drone and Technology for Disaster Management in Itaewon: HOW?”.

Acara webinar ini diadakan pada Jumat, 11 November 2022, pukul 16.00-18.00 yang dihadiri oleh 86 peserta terdiri dari siswa/i Sekolah Menengah Atas, dan mahasiswa umum dari seluruh Indonesia serta narasumber yang sudah profesional dalam bidang disaster yaitu  Prof. Ir. Joniarto Parung, M.M.B.A.T., Ph.D., IPU dan Ivan Kristianto Singgih, Ph.D. Prof. Joni menuturkan bahwa pemilihan topik webinar kali ini untuk mengajak anak-anak muda untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian yang tinggi terhadap kasus kebencanaan dan cara untuk menanggulanginya. Pemaparan lebih dalam disampaikan Prof. Joni mengenai dasar pemahaman disaster serta kaitannya dengan ilmu teknik industri yang saling terintegrasi antara sistem, mesin teknologi, dan manusia. Tidak hanya itu, Prof. Joni juga menuturkan bahwa teknologi dapat bermanfaat untuk mengurangi bencana dengan spektrum teknologinya yaitu artificial intelligence (AI), robotics, media sosial, networking, dan sebagainya.

Pemahaman lebih lanjut terkait teknologi khususnya drone pada tragedi Itaewon dipaparkan oleh Bapak Ivan. Beliau menuturkan, bahwa proses pemahaman dan penerapan teknologi dapat membutuhkan waktu yang lama, tetapi akan semakin cepat prosesnya ketika kita mulai mengembangkan prototype sederhana. Selama proses pengembangan dan pengujian prototype ini, kita dapat terus menyempurnakan skill penggunaan teknologi tersebut dan kebermanfaatan teknologi tersebut untuk menyelesaikan banyak masalah riil di sekitar kita. Setelah bisa menguasai teknologi tersebut, kita mempunyai tanggung jawab untuk terus menguji coba penggunaan model untuk menyelesaikan masalah baru yang terus bermunculan. Penerapan teknologi untuk menyelesaikan masalah riil dapat membantu kita mengidentifikasi masalah operasional seperti keterbatasan kapasitas baterai drone, ketidakpresisian rute penerbangan drone karena faktor gangguan angin, kesulitan penerbangan drone dalam kondisi hujan karena potensi gangguan elektronik, dsb yang perlu diperhitungkan saat menerbangkan drone.

Ada beberapa langkah praktis yang diberikan Pak Ivan untuk dapat menguasai teknologi (misalnya drone), yaitu mengikuti program pelatihan dari peneliti/pengguna drone, mengikuti kegiatan magang terkait penggunaan teknologi yang ingin dikuasai, dan membeli teknologi misalnya drone itu sendiri. Upaya penguasaan teknologi terbaru harus selalu kita lakukan sehingga Indonesia bisa menjadi produsen teknologi yang kuat, yang setidaknya bisa memproduksi teknologinya sendiri, tanpa selalu harus menjadi konsumen negara maju.

Di akhir pemaparan, Prof. Joni dan Pak  Ivan mengajak teman-teman semua untuk dapat bijak menggunakan teknologi dalam membantu manusia mengatasi keterbatasan yang ada. “Mari kita semua terus belajar dan menjadi semakin maju”, tutup Pak Ivan.

Kunjungan BUiLD Project, UBAYA Sinergikan Sumber Daya Kampus Untuk Tanggap Bencana

Kunjungan BUiLD Project, UBAYA Sinergikan Sumber Daya Kampus Untuk Tanggap Bencana

Tim BUiLD Project (Building Universities in Leading Disaster Resilience) memberikan kepercayaan kepada UBAYA dalam terciptanya Center of Disaster Management UBAYA. Tentu hal ini memberikan kesempatan dan komitmen kepada UBAYA untuk memberi kontribusi di kancah internasional dan menjadi salah satu dari 12 kampus skala internasional yang bergabung dalam BUiLD Project ini. BUiLD sendiri adalah project besutan Konsorsium Erasmus+ yang bertujuan untuk membangun kapasitas ketahanan bencana dalam sektor pendidikan tinggi (PT) Indonesia.

Kamis, 13 Oktober 2022, UBAYA menyambut tim BUiLD yakni Dr. Paul Schober (Hafelekar, Austria), serta Nadine Sulkowski, B.Sc., M.Sc., PGCHE, FHEA. (Koordinator BUiLD Project dari University of Gloucestershire Inggris) dalam rangka pengembangan Center of Disaster Management UBAYA sehingga dapat tangguh dalam menghadapi bencana. Acara yang dilaksanakan di Seminar Room Gedung Hubungan Internasional ini dihadiri oleh perwakilan pimpinan universitas, serta tim BUiLD UBAYA yang di mana dosen Magister Teknik Industri UBAYA juga ikut terlibat, yakni Prof. Ir. Joniarto Parung M.M.B.A.T., Ph.D., IPU, Dr. Dra. Amelia Santoso, M.T., dan Dr. Dina Natalia Prayogo, S.T., M.Sc.

“Terima kasih banyak, sambutan terhangat. Ini adalah salah satu embrio proyek kami,” ungkap Dr.rer.nat. Maria Goretti Marianti Purwanto, selaku Wakli Rektor I Ubaya. Nadine selaku Koordinator BUiLD Project juga mengungkapkan rasa terima kasih karena UBAYA mengundang stakeholder eksternal untuk pertemuan kali ini. Beliau pun menjelaskan bahwa rasa syukurnya setelah 3 tahun pandemi dan dapat bertemu secara langsung. “Kami mengapresiasi bahwa setiap partner yang terlibat dalam Center of Disaster Management UBAYA membawa keunikan masing-masing,” imbuh Nadine.

Prof. Joni selaku ketua BUiLD Project UBAYA mengungkapkan bahwa ini adalah upaya pemanfaatan sumber daya dalam kampus. “Kita tahu di kampus banyak sekali sumber daya yang jikalau terintegrasi bisa memberi banyak bantuan kepada masyarakat yang terkena bencana,” ungkap Prof. Joni. Menurutnya, sumber daya kampus juga bisa membantu pemerintah dalam supaya bisa tangguh menghadapi bencana. “Kita ingin melibatkan seluruh warga kampus, supaya peduli terhadap bencana dan peduli mempersiapkan diri menghadapi bencana,” tutup Prof. Joni.

Sumber asli: https://ubaya.ac.id/2018/content/news_detail/3926/Kunjungan-BUiLD-Project–Ubaya-Sinergikan-Sumber-Daya-Kampus-untuk-Tanggap-Bencana.html