Student Gathering 2022 Goes to UTC

Student Gathering 2022 Goes to UTC

Sabtu, 1 Oktober 2022, Mahasiswa dan Dosen Magister Teknik Industri menyelenggarakan acara Student Gathering di Kampus III Ubaya Training Center, Trawas. Acara ini bertujuan untuk menyambut mahasiswa baru angkatan 2022 sekaligus mengakrabkan seluruh angkatan Mahasiswa Magister Teknik Industri UBAYA. Tidak hanya itu, Student Gathering menjadi wadah bagi para Mahasiswa Magister Teknik Industri untuk melakukan dialog dengan dosen seputar dunia perkuliahan.

Sebanyak 21 Mahasiswa Magister hadir mengikuti rangkaian acara yang diawali dengan coffee break dilanjutkan dengan penjelasan Ubaya Penanggungan Center oleh Prof. Ir. Joniarto Parung, M.M.B.A.T., Ph.D., IPU. Kunjungan ke Museum Pawitra juga dilakukan untuk menjawab rasa penasaran Mahasiswa sekaligus mengenal lebih jauh ratusan situs yang ditemukan di puncak Gunung Penanggungan. Mahasiswa bisa melakukan scan barcode yang tertera di beberapa dinding untuk mendapatkan penjelasan serta gambar terkait informasi budaya yanga ada di Gunung Penanggungan. Untuk memeriahkan suasana, Mahasiswa melakukan ice breaking games yang melatih kekompakan dan kerja sama tim. Melalui ice breaking ini, keakraban antar Mahasiswa lintas angkatan dapat terjalin. Acara diakhiri dengan sesi dialog dosen dengan mahasiswa, dimana melalui sesi dialog ini diharapkan mahasiswa dapat menyampaikan aspirasi atau pertanyaan untuk menunjang perkuliahan di Magister Teknik Industri UBAYA.

Berikut keseruan foto Student Gathering Magister Teknik Industri 2022 dan video yang dibuat oleh Mahasiswa Magister Teknik Industri, Donna Kharisma. Selamat menonton!

Teknik Industri UBAYA menjadi Tuan Rumah ISLI Camp 2022

Teknik Industri UBAYA menjadi Tuan Rumah ISLI Camp 2022

Program Studi Teknik Industri UBAYA mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah acara ISLI Camp 2022. Bekerja sama dengan Institut Supply Chain dan Logistik Indonesia (ISLI), acara ini diselenggarakan di Ubaya Training Center (UTC), Trawas pada 19-21 September 2022. ISLI Camp merupakan agenda rutin tahunan dari ISLI, yaitu perkumpulan para akademisi, peneliti, maupun praktisi yang memiliki ketertarikan pada pengembangan keilmuan dan inovasi pada ilmu supply chain dan logistik. Tantangan yang terus berlanjut pada produksi pangan dari segi kualitas, teknologi, dan kesehatan perlu pengelolaan yang serius dan kompleks, sehingga Teknik Industri UBAYA dan ISLI menggandeng  PT Berkat Pangan Abadi, PT Trimitra Trans Persada (B-Log), dan Universitas Padjajaran untuk bersama membagikan wawasan penanganan food supply chain untuk produk pertanian yang menjadi tema ISLI Camp 2022, yaitu “Food Supply Chain: Rethinking and Creating Resilience for Agricultural Products”.

 

Acara ISLI Camp dihadiri oleh 111 peserta yang terdiri dari 46 dosen dan 55 mahasiswa dari 15 institusi yang ada di Indonesia dengan rangkaian acara seminar, field trip dan lomba studi kasus field trip. Hari pertama peserta diajak berkeliling di Museum Pawitra untuk mengenalkan UPC (Ubaya Penanggungan Center) dan situs peninggalan Gunung Penanggungan oleh Prof. Ir. Joniarto Parung, M.M.B.A.T., Ph.D., IPU dari Departemen Teknik Industri Universitas Surabaya.  Acara dilanjutkan dengan sesi seminar 1 yaitu penyampaian materi oleh Bapak Alan Karyono selaku perwakilan PT. Berkat Pangan Abadi terkait pengurangan food waste yang sedang dilakukan oleh PT. Berkat Pangan Abadi dengan memproduksi makanan olahan nusantara yang dikemas dengan teknologi tinggi sehingga memungkinkan untuk tidak busuk dalam waktu lama tanpa pengawet. Pemaparan dilanjutkan oleh Bapak Tomy Perdana dari Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Padjajaran terkait perubahan sistem rantai pasok selama pra-pandemi dan post pandemi. Penyampaian materi seminar pada sesi 2 semakin dalam oleh Profesor Joniarto Parung terkait perkembangan teknologi dalam sistem rantai pasok, dilanjutkan dengan materi yang dibawakan Bapak Gerry Ardian dan Bapak Zaratul Khairi selaku General Manager dari PT. B-Log yang menceritakan bagaimana tantangan dalam dunia logistik untuk perishable product.

Antusias peserta semakin meningkat dimana hari kedua peserta di ajak untuk field trip ke desa Duyung, Kesiman, dan Selotapak untuk langsung mengenali rantai pasok pada produksi pertanian dan memahami permasalahan yang ada. Tidak berhenti sampai disitu, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan berlomba untuk memberikan inovasi solusi untuk permasalahan rantai pasok yang dihadapi di desa-desa tersebut. Penilaian dilakukan oleh 3 juri yang profesional dalam bidang rantai pasok dan mengajak para peserta untuk menggali dan berpikir kritis untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. Apresiasi tentu patut diberikan untuk menghargai inovasi terbaik sekaligus menutup hari kedua ISLI Camp 2022.

Raih Potensi Karirmu bersama Magister Teknik Industri Ubaya!

Dalam kehidupan, pastinya kita sebagai manusia tentu dihadapkan dengan beberapa pilihan untuk mengambil sebuah keputusan. Salah satunya ketika teman-teman dihadapkan pada keputusan untuk mempertimbangkan, “Studi lanjut dimana ya? Program studi apa yang dapat menjawab tantangan zaman sekarang ya?” Memutuskan pilihan studi yang tepat tentu tidak semudah “memutuskan hari ini pakai baju apa”, karena akan memengaruhi proses teman-teman ke depan nanti.

Supaya teman-teman tidak bingung lagi, UBAYA telah menyelenggarakan Seminar & Edufair Pascarsarjana 2022 dengan topik “Grow with UBAYA Higher Education to Grow Your Business & Career”. Pada kesempatan kali ini, salah satu alumni S2 Teknik Industri UBAYA yaitu Bapak Soni Hary Santoso, S.T., M.T. berkesempatan membagikan pengalaman yang menarik untuk teman-teman semua. Sebagai lulusan S1 Teknik Kimia dan berkecimpung dalam dunia teknik industri, Pak Soni hanya mengandalkan pengalaman dan logic untuk bekerja. Bahkan, Pak Soni pernah mendapat tantangan untuk melakukan relayout pabrik dalam waktu 1 bulan tanpa ada dasar teori yang dipahami. Alasan inilah yang membuat Pak Soni ingin mendapat wawasan lebih terkait bidang industri setelah 16 tahun bekerja dan memutuskan untuk mengambil Magister Teknik Industri UBAYA.

Pak Soni berbagi cerita terkait benefit saat mengambil magister Teknik Industri di UBAYA, “Banyak benefit yang didapatkan, Magister UBAYA membuka dan menerima karyawan atau pekerja yang bisa kuliah di luar jam bekerja. Biaya kuliahnya terjangkau dengan beragam beasiswa, dimana saya sebagai lulusan S1 mendapat beasiswa lulusan UBAYA. Tentunya benefit dalam mengambil Magister: memperluas dan memperdalam pengetahuan, di mana secara otomatis mengetahui knowledge industri sehingga dapat diimplementasikan di dunia kerja, yaitu saya sendiri di PT Cahaya Bintang Olympic (Olympic Group). Tentu koneksi yang dijalin juga lebih luas dari berbagai kultur, bisa berkenalan dengan dosen yang senior, bertemu dengan orang-orang dari luar UBAYA juga. Saat sudah mendapatkan dan memasang gelar Magister Teknik di aplikasi linkedin, banyak instansi yang melirik dan menghubungi Pak Soni untuk bergabung dalam suatu industri”.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan dilanjutkan kunjungan booth program studi magister oleh mahasiswa UBAYA.

Kuliah Tamu “Supply Chain Engineering in Chemical and Pharmaceutical”

Prodi Magister Teknik Industri (MTI) Ubaya akan mengadakan kuliah tamu dengan topik “Supply Chain Engineering in Chemical and Pharmaceutical” pada hari Jumat, 6 Desember 2019, pk. 17.00-21.00. Kuliah tamu akan menghadirkan Prof. Dr. Joniarto Parung sebagai narasumber. Beliau adalah guru besar di bidang logistics & supply chain dengan pengalaman puluhan tahun di bidang tersebut. Prof. Dr. Joniarto Parung, selain menjadi staf pengajar di prodi MTI Ubaya, juga adalah salah satu anggota Dewan Pembina Institut Supply Chain dan Logistik Indonesia (ISLI) dan merupakan satu-satunya guru besar dari perguruan tinggi swasta di Indonesia di bidang supply chain.

Mengapa memilih topik ini, Assoc. Prof. Dr. Amelia Santoso, Kaprodi MTI Ubaya menerangkan, bahwa industri yang bergerak di bidang distribusi bahan kimia dan farmasi sangat menggantungkan efisiensi operasionalnya pada prinsip-prinsip rantai pasok yang baik. “Salah satu faktor, misalnya, bahan kimia dan farmasi perlu didistribusikan dengan cepat karena daya tahannya yang rendah di suhu luar ruangan, sehingga logistiknya harus dilakukan dengan sangat efisien,” jelas Bu Amelia. Para praktisi atau fresh graduate di bidang ini dipastikan akan mendapat banyak manfaat dari materi kuliah tamu yang akan disampaikan, karena itu MTI Ubaya mengundang pemerhati industri chemical dan pharmaceutical untuk menghadiri acara ini.

Daftarkan diri Anda segera melalui QR Code di bawah! Kami tunggu kehadiran Anda pada hari Jumat, 6 Desember 2019.

Diundang sebagai visiting professor di universitas asing

Salah satu dosen Magister Teknik Industri Universitas Surabaya, Assoc. Prof. Dr. Eric Wibisono, diundang menjadi dosen tamu (visiting professor) di Kasetsart University, Bangkok, Thailand, dari tanggal 3 hingga 11 Agustus 2019. Dr. Eric dipercaya mengajar pada International Graduate Program (IGP) di School of Industrial Engineering, Kasetsart University. Mata kuliah yang diampu adalah Production Planning & Inventory Control yang juga diampu Dr. Eric di Teknik Industri Ubaya. Mahasiswa yang tergabung di IGP berasal dari Thailand, Kamboja, dan India. Sebagai program internasional, perkuliahan dan diskusi sepenuhnya berlangsung dalam Bahasa Inggris. Berikut adalah wawancara singkat dengan beliau.

 

T: Bagaimana awal mula hingga Bapak bisa diundang menjadi dosen tamu di Kasetsart University?

J: Awalnya dari networking, kebetulan saya punya teman di sana yang mengusulkan saya untuk diundang mengajar.

 

T: Ada berapa banyak mahasiswa dan dosen yang terlibat?

J: Di mata kuliah itu (PPIC) ada 12 mahasiswa dan dua dosen. Selain saya, juga ada dosen dari negara lain yang mengajar dalam satu tim.

 

T: Bagaimana kesan-kesan Bapak selama beraktivitas di sana?

J: Satu hal yang menarik adalah masih tingginya minat di kalangan generasi muda di Thailand untuk mempelajari ilmu keteknikan. Program studi teknik mesin, misalnya, yang di Indonesia kurang diminati, di sana masih menjadi salah satu program unggulan, karena dicari oleh pasar kerja. Kalau generasi muda kita tidak berubah mindset-nya, besok kita akan kekurangan engineer dan hanya bisa impor dari negara lain dengan biaya lebih mahal.

 

T: Apa harapan Bapak ke depan?

J: Sangat menyenangkan bisa dipercaya untuk mengajar di sana, sekaligus ini membuktikan bahwa MTI Ubaya siap untuk go international. Saya berharap kelak bukan hanya staf pengajar yang saling berkunjung, tapi juga terbuka peluang untuk pertukaran mahasiswa, baik dari Thailand ke Indonesia atau sebaliknya.

 

Together We’ll Grow Stronger!

Pada hari Kamis, 11 April 2019, para dosen, mahasiswa aktif, dan alumni Program Studi Magister Teknik Industri Universitas Surabaya mengadakan gathering dan dinner bersama untuk lebih saling mengenal dan mempererat keakraban. Acara ini adalah agenda rutin yang diadakan setiap semester dan merupakan upaya Prodi MTI Ubaya untuk menjembatani jejaring antara mahasiswa aktif dan alumni. Acara serupa pernah dilakukan sebelumnya namun saat itu Prodi MTI Ubaya belum menghasilkan lulusan.

 

Ditanya mengenai kesan-kesannya, para alumni menyambut baik acara bernuansa reuni ini dan berharap dapat berlangsung rutin di masa mendatang. Di sisi lain, para mahasiswa aktif mengapresiasi karena mendapatkan kesempatan mengenal alumni dan mempelajari dari mereka kiat-kiat studi di program magister.

Peluncuran dan Diskusi Buku “Logika Logistik” dan “Kansei Engineering, Kano & TRIZ for Logistics Service Excellence”

Peluncuran dan Diskusi Buku “Logika Logistik” dan “Kansei Engineering, Kano & TRIZ for Logistics Service Excellence”

Dua dosen Program Studi Magister Teknik Industri Universitas Surabaya meluncurkan dua buah buku teks. Keduanya adalah Eric Wibisono, PhD, penulis buku “Logika Logistik: Teknik dan Metode Pemrograman dalam Problem-Problem Pengaturan Rute” dan Markus Hartono, PhD, CHFP, IPM, penulis buku “Kansei Engineering, Kano & TRIZ for Logistics Service Excellence”. Eric Wibisono saat ini adalah Kaprodi Magister Teknik Industri Ubaya, sedangkan Markus Hartono adalah Kaprodi (Sarjana) Teknik Industri Ubaya.

 

Acara Peluncuran dan Diskusi Buku ini diadakan pada hari Jumat, 7 Desember 2018, bertempat di Perpustakaan Universitas Surabaya Lantai 5 dan dihadiri oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri dari para akademisi dan praktisi industri. Acara dipandu oleh salah satu icon broadcasting di kota Surabaya yang sudah tidak asing lagi, yaitu Iman Dwihartanto dari Radio Suara Surabaya FM. Setelah pembukaan, masing-masing penulis diberi kesempatan 20 menit untuk memaparkan sekilas isi bukunya, kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab.

 

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung lebih panjang dari yang dijadwalkan karena antusiasme peserta. Beberapa dari mereka mencoba menggali penerapan di lapangan dari teori-teori yang ada di kedua buku dan dijawab dengan lugas dan jelas oleh kedua penulis berdasarkan pengalaman lapangan yang mereka kuasai. Sebagian peserta lain, khususnya mahasiswa Prodi MTI Ubaya, memberikan testimoni bahwa kedua buku tersebut sangat membantu mereka dalam penulisan tesis. Secara umum, audiens mengharapkan karya-karya lanjutan dari kedua penulis untuk menambah wawasan literatur di Indonesia.

 

Acara ditutup dengan makan malam bersama dan kedua penulis melayani permintaan tanda tangan buku hingga acara selesai. Kedua buku tersebut diterbitkan oleh Graha Ilmu dan saat ini dapat diperoleh di jaringan Toko Buku Togamas.

Lulus Tiga Semester, Empat Mahasiswa Ini Berhak Menyandang Gelar Magister Teknik

Lulus Tiga Semester, Empat Mahasiswa Ini Berhak Menyandang Gelar Magister Teknik

Fakultas Teknik Universitas Surabaya yang didirikan tahun 1986 kini bukan hanya memiliki program studi teknik di jenjang magister yaitu Magister Teknik Industri (MTI Ubaya), tetapi program studi ini telah berhasil meluluskan empat mahasiswa angkatan pertamanya. Abraham Stefanus, Ali Hisham Alhureibi, Gloria Olivia, dan Jerry Loardi Loa adalah keempat mahasiswa yang berbahagia tersebut. Keempatnya telah berhasil mempertahankan tesis mereka di hadapan tim penguji pada 16-20 Juli 2018. Mereka kini tengah menyelesaikan beberapa persyaratan administrasi untuk dapat diwisuda pada 15 September 2018. Wisuda tersebut akan menandai akhir masa studi mereka selama tiga semester di MTI Ubaya.

 

Apa kunci sukses mereka sehingga berhasil menyelesaikan studi lebih cepat dari masa studi normal empat semester? Abraham menjelaskan, “Kuncinya adalah kemauan, kerja keras, dan tak lupa dukungan dari para dosen yang handal khususnya dalam membimbing penelitian kami.” Ditanya apakah kelulusan yang lebih cepat menandakan studi di MTI Ubaya dapat dilalui dengan santai, Ali menjawab sambil tertawa kaget, “Pendapat itu sangat keliru karena hal ini saya alami sendiri, dari yang tadinya sangat minim kompetensi dalam pemodelan matematis hingga sekarang saya dapat menerapkannya dalam pekerjaan. Semua pengembangan diri yang saya alami butuh perjuangan.” Sedangkan Olivia menambahkan, “Pengalaman paling berkesan bagi saya adalah ketika ikut international conference InCITE, bukan hanya presentasi dalam bahasa Inggris tapi saya juga harus mampu menjawab pertanyaan dari audiens dengan lancar.” Selanjutnya, Jerry menyampaikan, “Saya memang ingin belajar di program magister, dan sebenarnya saya siap lulus dengan akreditasi C sebagai angkatan pertama, ternyata MTI Ubaya mampu mendapatkan akreditasi B! Saya sangat bangga dengan kerja keras MTI Ubaya.” Demikian sekilas testimoni dari keempat mahasiswa alumni angkatan pertama MTI Ubaya.

 

Kaprodi MTI Ubaya, Eric Wibisono, PhD, dalam kesempatan terpisah menyampaikan, “Passion is contagious. Semangat itu menular. Kami bekerja keras dan kerja keras kami disambut oleh para mahasiswa yang juga siap bekerja keras. Inilah yang terjadi sehingga mereka dapat selesai dalam waktu cepat.” Eric kemudian menambahkan, “Penelitian yang mereka buat untuk tesis juga sangat berbobot dan aplikatif, ini tentu nilai tambah tersendiri bagi karya-karya MTI Ubaya.” Abraham menyusun tesis dengan judul “Consumer perceived risk dan trust: Studi kasus pada perusahaan e-commerce Tokopedia.” Ali yang mengelola perusahaan bakery mengembangkan penelitian dalam rumpun keilmuan pengaturan rute dengan judul “Pengembangan model multi-depot split-delivery vehicle routing problem dengan time-windows.” Selanjutnya, penelitian Olivia adalah di bidang manajemen persediaan dengan judul “Pengembangan model integrasi pemilihan supplier dan multi-echelon multi-item probabilistic inventory system.” Terakhir, penelitian Jerry mempelajari “Pengaruh sustainable supply chain management pada kinerja perusahaan jasa di Indonesia.” Dekan Fakultas Teknik Ubaya, Dr. Amelia Santoso, yang menjadi pembimbing tesis Ali dan Olivia berpendapat bahwa keempat tesis yang dihasilkan sangat berbobot dan memang layak dipresentasikan di forum internasional. “Dengan kini telah menyandang akreditasi B dan bukti bahwa para mahasiswa dapat menghasilkan karya bermutu, kami berharap semakin banyak masyarakat yang percaya pada kualitas akademik di MTI Ubaya,” demikian harapan dari Ibu Dekan FT.

 

Pendaftaran MTI Ubaya untuk semester gasal 2018/2019 masih dibuka hingga 25 Juli 2018.

Akreditasi Pertama B, Magister Teknik Industri Ubaya Terpacu untuk Semakin Berkarya

Kabar gembira diterima oleh Program Studi Magister Teknik Industri Universitas Surabaya (MTI Ubaya) pada tanggal 17 Juli 2018. Setelah melalui proses akreditasi secara lengkap, Prodi MTI Ubaya dinyatakan berhak menyandang status akreditasi B. Capaian ini adalah suatu prestasi luar biasa mengingat akreditasi kali ini adalah akreditasi pertama. Umumnya, sulit bagi suatu prodi baru memperoleh akreditasi pertama B karena akreditasi harus dilakukan sebelum prodi menghasilkan lulusan. Menurut Eric Wibisono, PhD, Ketua Prodi MTI Ubaya, dipercaya memperoleh B pada akreditasi pertama menunjukkan kepercayaan eksternal atas kualitas akademik MTI Ubaya, mulai dari kurikulum, sumber daya manusia, hingga fasilitas pembelajaran dan penelitian. “Saya rasa asesor telah menilai semua yang kami miliki secara objektif, termasuk semangat untuk berkarya yang dibuktikan melalui kontribusi dosen dan mahasiswa di forum international conference. Semangat berkarya ini memang menjadi salah satu misi kami.” Memang, pada saat Asesmen Lapangan 6-8 Juni lalu, Eric menyampaikan presentasi dengan tema “Berkarya untuk Bangsa” dan menjelaskan bahwa ketika MTI Ubaya didirikan, cita-citanya adalah berkontribusi bagi pembangunan nasional. “Sejak awal kami bukan bermaksud sekedar mendirikan prodi baru, tapi berupaya memikirkan bagaimana prodi ini dapat berkontribusi bagi masyarakat melalui pengembangan kapasitas peserta didik maupun riset-riset terobosan yang berdampak luas,” demikian jelas Eric.

 

Dalam kesempatan lain, Dekan Fakultas Teknik Ubaya, Dr. Amelia, yang juga adalah salah satu asesor BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi), menjelaskan, “Dalam instrumen akreditasi saat ini ada cukup banyak butir yang menggali mengenai lulusan, dan karena MTI Ubaya belum memiliki lulusan, nilainya pasti rendah dalam aspek ini. Di sisi lain, hal ini justru menandakan dalam aspek lainnya MTI Ubaya dinilai sangat baik oleh asesor. Soal lulusan hanya menunggu waktu, yang penting adalah saat ini sumber daya di MTI Ubaya dinilai sangat kapabel.” Pada saat visitasi, asesor juga sempat berdikusi dengan para mahasiswa MTI Ubaya. Mereka yang telah berkesempatan mengikuti international conference dengan semangat menjelaskan pengalaman yang mereka dapatkan. “Ini adalah proses yang sangat bernilai tambah bagi kami karena merupakan pengalaman istimewa kami dapat menyampaikan ide-ide kami di suatu forum besar,” kata Jerry Loardi Loa, salah satu mahasiswa MTI Ubaya saat ini.

 

Proses akreditasi sejatinya berlangsung cukup panjang. Sejak September 2017, tim penyusun dokumen dibentuk dan bekerja hingga dokumen dikirimkan secara daring pada tanggal 19 Maret 2018. Setelah itu, BAN-PT menilai kelayakan administratif dan menunjuk dua asesor untuk menilai kelayakan dokumen dalam proses yang disebut Asesmen Kecukupan. Setelah dokumen dinilai layak, proses selanjutnya adalah visitasi atau Asesmen Lapangan pada tanggal 6-8 Juni 2018 di mana para asesor mengunjungi institusi untuk melihat secara langsung kondisi dan proses yang berjalan di prodi yang dinilai. Setelah semua penilaian dilakukan dan hasilnya diverifikasi oleh tim internal di BAN-PT, barulah Surat Keputusan dikeluarkan. Terkait hal ini Rektor Universitas Surabaya, Prof. Joniarto Parung, PhD, mengingatkan, “Semua hasil akreditasi dapat dilihat secara terbuka di laman BAN-PT. Karena itu masyarakat dapat menilai langsung kualitas institusi maupun program studi yang akan dituju,” kata Prof. Joniarto yang juga merupakan guru besar di bidang logistics & supply chain engineering di MTI Ubaya. “Jangan tertipu hanya dari materi pemasaran institusi atau prodi lain, bandingkan secara objektif MTI Ubaya dengan prodi lain. Semua informasi dapat digali secara transparan,” demikian Prof. Joniarto menerangkan.

 

Ditanya apa arti hasil akreditasi ini ke depan, Eric menyampaikan, “Yang jelas ini sangat memacu kami untuk lebih meningkatkan kuantitas dan kualitas karya-karya yang akan kami hasilkan di masa mendatang. Ini adalah bentuk kepercayaan dari pihak eksternal yang harus kami jawab dengan memberi lebih baik dari kemarin. Kami juga berharap masyarakat dapat lebih yakin dengan kualitas yang kami miliki dan bersama-sama kita dapat mengambil bagian untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik,” demikian kata Eric menutup perbincangan. Pendaftaran untuk semester gasal 2018/2019 hingga saat ini masih dibuka hingga 25 Juli 2018.

Akreditasi Pertama B - Sertifikat

Akreditasi Pertama B – Sertifikat

Akreditasi Pertama B - Asesmen Lapangan

Akreditasi Pertama B – Asesmen Lapangan

 

Business Partner & Alumni Gathering 2018

Bekerjasama dengan Prodi Sarjana Teknik Industri Universitas Surabaya (TI Ubaya), Prodi Magister TI Ubaya menyelenggarakan acara berjudul Business Partner & Alumni Gathering pada tanggal 2 Juli 2018. Acara ini mengundang para mahasiswa Magister TI Ubaya dan para alumni Prodi Sarjana TI Ubaya, khususnya fresh graduate dari angkatan 2013 dan 2014. Beberapa alumni dari angkatan senior juga hadir mewakili pihak pengguna lulusan. Sebagian dari mereka tergabung dalam Industrial Advisory Board (IAB), yaitu wadah dari para alumni dan employer yang bergabung secara sukarela untuk memberi masukan bagi arah perkembangan kurikulum TI Ubaya, baik di tingkat sarjana maupun magister.

 

Acara seperti ini rutin digelar 1-2 kali setiap tahun oleh TI Ubaya. Pada Senin kemarin, diadakan juga sesi seminar dengan pembicara Ibu Christine Halim, alumni TI Ubaya, Founder PT Langgeng Jaya Plastindo, dan Ketua Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI). Ibu Christine membagikan pengalamannya dalam merintis usaha di bidang plastik bekas mulai dari nol dengan mendatangi pemulung sampah dan kemudian mencoba mengekspor ke luar negeri untuk diolah menjadi produk lain yang masih berguna. Dengan membagikan pengalaman hidupnya yang penuh dengan tantangan tapi terus dijalani tanpa putus asa, Ibu Christine sekaligus memberikan semangat kepada para fresh graduate untuk lebih membulatkan tekad menjadi industrial entrepreneur. “Jangan berhenti ketika ada tantangan dan jangan terlalu banyak pertimbangan ketika ingin melangkah,” demikian pesannya yang disambut dengan antusias oleh para peserta. Selesai acara, cukup banyak para alumni yang kemudian menjalin kontak dengan Ibu Christine Halim, yang juga adalah anggota IAB TI Ubaya, untuk konsultasi usaha.

Business Partner & Alumni Gathering - All participants

Business Partner & Alumni Gathering – All participants

Business Partner & Alumni Gathering - Christine Halim

Business Partner & Alumni Gathering – Christine Halim