Berita

Berita

Lulus Tiga Semester, Empat Mahasiswa Ini Berhak Menyandang Gelar Magister Teknik

Lulus Tiga Semester, Empat Mahasiswa Ini Berhak Menyandang Gelar Magister Teknik

Fakultas Teknik Universitas Surabaya yang didirikan tahun 1986 kini bukan hanya memiliki program studi teknik di jenjang magister yaitu Magister Teknik Industri (MTI Ubaya), tetapi program studi ini telah berhasil meluluskan empat mahasiswa angkatan pertamanya. Abraham Stefanus, Ali Hisham Alhureibi, Gloria Olivia, dan Jerry Loardi Loa adalah keempat mahasiswa yang berbahagia tersebut. Keempatnya telah berhasil mempertahankan tesis mereka di hadapan tim penguji pada 16-20 Juli 2018. Mereka kini tengah menyelesaikan beberapa persyaratan administrasi untuk dapat diwisuda pada 15 September 2018. Wisuda tersebut akan menandai akhir masa studi mereka selama tiga semester di MTI Ubaya.

 

Apa kunci sukses mereka sehingga berhasil menyelesaikan studi lebih cepat dari masa studi normal empat semester? Abraham menjelaskan, “Kuncinya adalah kemauan, kerja keras, dan tak lupa dukungan dari para dosen yang handal khususnya dalam membimbing penelitian kami.” Ditanya apakah kelulusan yang lebih cepat menandakan studi di MTI Ubaya dapat dilalui dengan santai, Ali menjawab sambil tertawa kaget, “Pendapat itu sangat keliru karena hal ini saya alami sendiri, dari yang tadinya sangat minim kompetensi dalam pemodelan matematis hingga sekarang saya dapat menerapkannya dalam pekerjaan. Semua pengembangan diri yang saya alami butuh perjuangan.” Sedangkan Olivia menambahkan, “Pengalaman paling berkesan bagi saya adalah ketika ikut international conference InCITE, bukan hanya presentasi dalam bahasa Inggris tapi saya juga harus mampu menjawab pertanyaan dari audiens dengan lancar.” Selanjutnya, Jerry menyampaikan, “Saya memang ingin belajar di program magister, dan sebenarnya saya siap lulus dengan akreditasi C sebagai angkatan pertama, ternyata MTI Ubaya mampu mendapatkan akreditasi B! Saya sangat bangga dengan kerja keras MTI Ubaya.” Demikian sekilas testimoni dari keempat mahasiswa alumni angkatan pertama MTI Ubaya.

 

Kaprodi MTI Ubaya, Eric Wibisono, PhD, dalam kesempatan terpisah menyampaikan, “Passion is contagious. Semangat itu menular. Kami bekerja keras dan kerja keras kami disambut oleh para mahasiswa yang juga siap bekerja keras. Inilah yang terjadi sehingga mereka dapat selesai dalam waktu cepat.” Eric kemudian menambahkan, “Penelitian yang mereka buat untuk tesis juga sangat berbobot dan aplikatif, ini tentu nilai tambah tersendiri bagi karya-karya MTI Ubaya.” Abraham menyusun tesis dengan judul “Consumer perceived risk dan trust: Studi kasus pada perusahaan e-commerce Tokopedia.” Ali yang mengelola perusahaan bakery mengembangkan penelitian dalam rumpun keilmuan pengaturan rute dengan judul “Pengembangan model multi-depot split-delivery vehicle routing problem dengan time-windows.” Selanjutnya, penelitian Olivia adalah di bidang manajemen persediaan dengan judul “Pengembangan model integrasi pemilihan supplier dan multi-echelon multi-item probabilistic inventory system.” Terakhir, penelitian Jerry mempelajari “Pengaruh sustainable supply chain management pada kinerja perusahaan jasa di Indonesia.” Dekan Fakultas Teknik Ubaya, Dr. Amelia Santoso, yang menjadi pembimbing tesis Ali dan Olivia berpendapat bahwa keempat tesis yang dihasilkan sangat berbobot dan memang layak dipresentasikan di forum internasional. “Dengan kini telah menyandang akreditasi B dan bukti bahwa para mahasiswa dapat menghasilkan karya bermutu, kami berharap semakin banyak masyarakat yang percaya pada kualitas akademik di MTI Ubaya,” demikian harapan dari Ibu Dekan FT.

 

Pendaftaran MTI Ubaya untuk semester gasal 2018/2019 masih dibuka hingga 25 Juli 2018.

Akreditasi Pertama B, Magister Teknik Industri Ubaya Terpacu untuk Semakin Berkarya

Kabar gembira diterima oleh Program Studi Magister Teknik Industri Universitas Surabaya (MTI Ubaya) pada tanggal 17 Juli 2018. Setelah melalui proses akreditasi secara lengkap, Prodi MTI Ubaya dinyatakan berhak menyandang status akreditasi B. Capaian ini adalah suatu prestasi luar biasa mengingat akreditasi kali ini adalah akreditasi pertama. Umumnya, sulit bagi suatu prodi baru memperoleh akreditasi pertama B karena akreditasi harus dilakukan sebelum prodi menghasilkan lulusan. Menurut Eric Wibisono, PhD, Ketua Prodi MTI Ubaya, dipercaya memperoleh B pada akreditasi pertama menunjukkan kepercayaan eksternal atas kualitas akademik MTI Ubaya, mulai dari kurikulum, sumber daya manusia, hingga fasilitas pembelajaran dan penelitian. “Saya rasa asesor telah menilai semua yang kami miliki secara objektif, termasuk semangat untuk berkarya yang dibuktikan melalui kontribusi dosen dan mahasiswa di forum international conference. Semangat berkarya ini memang menjadi salah satu misi kami.” Memang, pada saat Asesmen Lapangan 6-8 Juni lalu, Eric menyampaikan presentasi dengan tema “Berkarya untuk Bangsa” dan menjelaskan bahwa ketika MTI Ubaya didirikan, cita-citanya adalah berkontribusi bagi pembangunan nasional. “Sejak awal kami bukan bermaksud sekedar mendirikan prodi baru, tapi berupaya memikirkan bagaimana prodi ini dapat berkontribusi bagi masyarakat melalui pengembangan kapasitas peserta didik maupun riset-riset terobosan yang berdampak luas,” demikian jelas Eric.

 

Dalam kesempatan lain, Dekan Fakultas Teknik Ubaya, Dr. Amelia, yang juga adalah salah satu asesor BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi), menjelaskan, “Dalam instrumen akreditasi saat ini ada cukup banyak butir yang menggali mengenai lulusan, dan karena MTI Ubaya belum memiliki lulusan, nilainya pasti rendah dalam aspek ini. Di sisi lain, hal ini justru menandakan dalam aspek lainnya MTI Ubaya dinilai sangat baik oleh asesor. Soal lulusan hanya menunggu waktu, yang penting adalah saat ini sumber daya di MTI Ubaya dinilai sangat kapabel.” Pada saat visitasi, asesor juga sempat berdikusi dengan para mahasiswa MTI Ubaya. Mereka yang telah berkesempatan mengikuti international conference dengan semangat menjelaskan pengalaman yang mereka dapatkan. “Ini adalah proses yang sangat bernilai tambah bagi kami karena merupakan pengalaman istimewa kami dapat menyampaikan ide-ide kami di suatu forum besar,” kata Jerry Loardi Loa, salah satu mahasiswa MTI Ubaya saat ini.

 

Proses akreditasi sejatinya berlangsung cukup panjang. Sejak September 2017, tim penyusun dokumen dibentuk dan bekerja hingga dokumen dikirimkan secara daring pada tanggal 19 Maret 2018. Setelah itu, BAN-PT menilai kelayakan administratif dan menunjuk dua asesor untuk menilai kelayakan dokumen dalam proses yang disebut Asesmen Kecukupan. Setelah dokumen dinilai layak, proses selanjutnya adalah visitasi atau Asesmen Lapangan pada tanggal 6-8 Juni 2018 di mana para asesor mengunjungi institusi untuk melihat secara langsung kondisi dan proses yang berjalan di prodi yang dinilai. Setelah semua penilaian dilakukan dan hasilnya diverifikasi oleh tim internal di BAN-PT, barulah Surat Keputusan dikeluarkan. Terkait hal ini Rektor Universitas Surabaya, Prof. Joniarto Parung, PhD, mengingatkan, “Semua hasil akreditasi dapat dilihat secara terbuka di laman BAN-PT. Karena itu masyarakat dapat menilai langsung kualitas institusi maupun program studi yang akan dituju,” kata Prof. Joniarto yang juga merupakan guru besar di bidang logistics & supply chain engineering di MTI Ubaya. “Jangan tertipu hanya dari materi pemasaran institusi atau prodi lain, bandingkan secara objektif MTI Ubaya dengan prodi lain. Semua informasi dapat digali secara transparan,” demikian Prof. Joniarto menerangkan.

 

Ditanya apa arti hasil akreditasi ini ke depan, Eric menyampaikan, “Yang jelas ini sangat memacu kami untuk lebih meningkatkan kuantitas dan kualitas karya-karya yang akan kami hasilkan di masa mendatang. Ini adalah bentuk kepercayaan dari pihak eksternal yang harus kami jawab dengan memberi lebih baik dari kemarin. Kami juga berharap masyarakat dapat lebih yakin dengan kualitas yang kami miliki dan bersama-sama kita dapat mengambil bagian untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik,” demikian kata Eric menutup perbincangan. Pendaftaran untuk semester gasal 2018/2019 hingga saat ini masih dibuka hingga 25 Juli 2018.

Akreditasi Pertama B - Sertifikat

Akreditasi Pertama B – Sertifikat

Akreditasi Pertama B - Asesmen Lapangan

Akreditasi Pertama B – Asesmen Lapangan

 

Business Partner & Alumni Gathering 2018

Bekerjasama dengan Prodi Sarjana Teknik Industri Universitas Surabaya (TI Ubaya), Prodi Magister TI Ubaya menyelenggarakan acara berjudul Business Partner & Alumni Gathering pada tanggal 2 Juli 2018. Acara ini mengundang para mahasiswa Magister TI Ubaya dan para alumni Prodi Sarjana TI Ubaya, khususnya fresh graduate dari angkatan 2013 dan 2014. Beberapa alumni dari angkatan senior juga hadir mewakili pihak pengguna lulusan. Sebagian dari mereka tergabung dalam Industrial Advisory Board (IAB), yaitu wadah dari para alumni dan employer yang bergabung secara sukarela untuk memberi masukan bagi arah perkembangan kurikulum TI Ubaya, baik di tingkat sarjana maupun magister.

 

Acara seperti ini rutin digelar 1-2 kali setiap tahun oleh TI Ubaya. Pada Senin kemarin, diadakan juga sesi seminar dengan pembicara Ibu Christine Halim, alumni TI Ubaya, Founder PT Langgeng Jaya Plastindo, dan Ketua Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI). Ibu Christine membagikan pengalamannya dalam merintis usaha di bidang plastik bekas mulai dari nol dengan mendatangi pemulung sampah dan kemudian mencoba mengekspor ke luar negeri untuk diolah menjadi produk lain yang masih berguna. Dengan membagikan pengalaman hidupnya yang penuh dengan tantangan tapi terus dijalani tanpa putus asa, Ibu Christine sekaligus memberikan semangat kepada para fresh graduate untuk lebih membulatkan tekad menjadi industrial entrepreneur. “Jangan berhenti ketika ada tantangan dan jangan terlalu banyak pertimbangan ketika ingin melangkah,” demikian pesannya yang disambut dengan antusias oleh para peserta. Selesai acara, cukup banyak para alumni yang kemudian menjalin kontak dengan Ibu Christine Halim, yang juga adalah anggota IAB TI Ubaya, untuk konsultasi usaha.

Business Partner & Alumni Gathering - All participants

Business Partner & Alumni Gathering – All participants

Business Partner & Alumni Gathering - Christine Halim

Business Partner & Alumni Gathering – Christine Halim

Siapkah Anda Memasuki Era Industry 4.0?

Apa Itu Industry 4.0?

Kemajuan jaman selalu membawa perubahan, termasuk pada dampaknya di industri. Revolusi industri pertama dimulai dengan penemuan mesin uap dan berwujud pada mekanisasi peralatan. Era kedua ditandai dengan scientific management dan upaya-upaya peningkatan produktivitas. Munculnya komputer dan otomasi membawa perubahan operasional yang signifikan di era industri generasi ketiga. Saat ini, kita berada di era Industry 4.0 yang ditandai dengan konektivitas sistem informasi dan kecerdasan buatan yang mampu menggerakkan industri dengan sedikit input dari manusia. Era Industry 4.0 diwarnai lompatan teknologi dan inovasi melalui digitalisasi terpadu untuk menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat, mudah, dan akurat. Berbagai kemajuan ini tentu membawa pertanyaan penting: Siapkah Anda berada di era ini? Sudahkah kompetensi Anda future-proof, relevan dengan kebutuhan untuk memenangkan persaingan di masa depan?

Untuk meningkatkan daya saing industri Indonesia ke depan, dibutuhkan SDM yang handal dalam mengelola sistem industri terpadu sesuai dengan karakteristik Industry 4.0. Kompetensi problem solving yang dibangun di level sarjana tentu tidak cukup, sebagaimana kerap dinyatakan oleh pelaku industri. Industri masa kini dan mendatang tidak hanya membutuhkan problem solver, tapi juga systems integrator. Bukan hanya data analyst, tapi big data scientist. Kolaborasi dan systems thinking menjadi norma tak terpisahkan dalam operasional perusahaan. Namun demikian, data menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan yang sangat besar dalam pemenuhan SDM dengan kapasitas di atas. Kebutuhan dunia industri terhadap teknokrat yang kreatif dan inovatif tidak terjawab karena langkanya kesempatan pengembangan diri di bidang teknik pada jenjang yang lebih tinggi.

Siap Menjawab Tantangan Jaman

Program Magister Teknik Industri Universitas Surabaya (MTI Ubaya) hadir untuk menjawab tantangan dan mengisi kesenjangan ini. Dengan misi mengembangkan potensi-potensi SDM Indonesia, MTI Ubaya menjadi jawaban bagi mereka yang ingin memperdalam ilmu dan menyiapkan diri memasuki era Industry 4.0. Bersama dengan staf pengajar dan peneliti berkaliber internasional serta praktisi industri yang siap membagikan pengalamannya, Anda diajak dan berkesempatan memaksimalkan kapasitas akademik dan wawasan praktis untuk menjadi SDM yang relevan dengan masa depan dan mampu berkontribusi di masyarakat. Fasilitas pembelajaran bersinergi dengan Program Sarjana Teknik Industri yang telah mendapat pengakuan di masyarakat lewat berbagai prestasi nasional dan internasional, terakreditasi A sejak berdiri, dan saat ini merupakan program studi teknik industri pertama yang telah mendapat akreditasi provisional dari IABEE (Indonesian Accreditation Board for Engineering Education). Selain itu, sistem dan manajemen pembelajaran terakreditasi ISO 9001:2015.

Pendaftaran untuk angkatan ke-4 Program MTI Ubaya saat ini telah dibuka hingga 4 Juli 2018. Bagi alumni program sarjana dengan prestasi bagus, tersedia beasiswa Merit & Equity, sedangkan bagi alumni Ubaya tersedia beasiswa Keluarga Besar Ubaya. Untuk keterangan lebih lanjut, kirimkan e-mail ke tipasca@unit.ubaya.ac.id. Segera daftarkan diri Anda di https://daftar.ubaya.ac.id/pasca dan jadilah bagian dari masa depan Indonesia yang lebih baik!

Industry 4.0

Industry 4.0

Mahasiswa PS MTI Ubaya Mengikuti IEOM 2018

Tiga mahasiswa Magister Teknik Industri Ubaya mengikuti international conference bertajuk “International Conference on Industrial Engineering and Operations Management 2018 (IEOM 2018)” yang diselenggarakan di Bandung, 6-8 Maret 2018. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Abraham Stefanus, Ali Hisham Alhureibi, dan Jerry Loardi Loa. Didampingi salah satu dosen MTI Ubaya, Ir. Markus Hartono, PhD, CHFP, IPM, ketiganya mempresentasikan paper yang sekaligus merupakan model awal dari tesis yang akan mereka buat. Abraham Stefanus dengan pembimbing Ir. Markus Hartono, PhD, CHFP, IPM membawakan makalah dengan judul “A Framework for Evaluating the Performance of Supply Chain Risk in E-commerce”. Paper kedua, Ali Hisham Alhureibi bersama Dr. Amelia Santoso dan Ibu Dina Natalia Prayogo mengambil topik dengan judul “Model Development of Multi-Depot SDVRPTW”. Terakhir, Jerry Loardi Loa bersama Eric Wibisono, PhD menyajikan paper berjudul “Modeling for Sustainable Supply Chain Management Level and its Impact on Company’s Performance”. Semua makalah yang telah dipresentasikan ini nantinya akan terindeks Scopus.

 

Tiga karya tulis ini menyusul karya tulis dari rekan mahasiswa seangkatan yaitu Gloria Olivia yang telah menghasilkan paper terindeks Scopus pada InCITE 2017. Dengan demikian PS Magister Teknik Industri Universitas Surabaya mampu membuktikan kapasitasnya untuk berkontribusi dalam keilmuan teknik industri di tingkat internasional.

Foto bersama: Ali, Jerry, Abraham, dan Dr. Markus Hartono

Foto bersama: Ali, Jerry, Abraham, dan Dr. Markus Hartono

Abraham Stefanus - IEOM 2018

Abraham Stefanus – IEOM 2018

Ali Hisham Alhureibi - IEOM 2018

Ali Hisham Alhureibi – IEOM 2018

Jerry Loardi Loa - IEOM 2018

Jerry Loardi Loa – IEOM 2018